Articles

Bersiaplah dan terbiasalah dengan rasa tidak nyaman. | by Azwar Tri Oktavianto | Mar, 2024

0
Please log in or register to do it.


Bersiaplah dan terbiasalah dengan rasa tidak nyaman.

Photo by Tim Trad on Unsplash

Rasa nyaman sering kali membuat kamu kenhilangan kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi sebuah ketidakpastian dalam hidup. Kenyamanan cenderung membuat kamu berfikir jika semua akan berjalan baik. Kamu berfikir semua yang kamu rancang, yang kamu rencanakan akan berjalan sesuai yang kamu inginkan namun kenyataan berkata lain.

Ada kalanya apa yang di rencanakan tidak berjalan sesuai dengan yang kamu inginkan. Ya, memang begitulah kenyataan, memang begitulah sebuah proses menghadapi kehidupan. Karena hidup itu penuh dengan ketidakpastian, maka kita harus selalu bersiap dalam menerima dan menghadapi apapun yang terjadi.

Rasa nyaman terkadang akan membuat kamu kehilangan fokus pada apa saja yang akan terjadi di masa depan. Berfikir seoalah-olah semua nya akan berjalan lancar memang tidak salah, tapi hal ini akan membuat kamu tidak siap untuk menghadapi hasil yang tidak sesuai. Berfikir seperti itu mungkin akan membuat kamu kecewa ketika mendapatkan hasil yang berbeda.

Kamu mungkin berfikiran seperti ini, bukan kah kita harus selalu optimis dan berfikiran positif jika rencana kita akan berhasil ?

Ya, betul tidak ada yang salah dengan pernyataan itu. Namun terlalu berfikir positif kadang membuat kita kesulitan dalam menghadapi ketidakpastian dan cenderung akan merasa nyaman karena pikiran tersebut. Aku setuju, fikiran positif akan memberikan sesuatu hal yang positif juga.

Namun cobalah kamu fikirkan jawaban dari satu pertanyaan yang akan aku ajukan ini. Sebenarnya apakah motivasi terbesar yang membuat semua orang di dunia begitu keras bekerja untuk mencari uang ?

Mungkin kamu akan menjawab orang-orang mencari uang agar dapat mendapatkan apa yang mereka inginkan. Membeli gedget, membeli kendaranan, membeli rumah dan hal-hal lain yang mereka inginkan. Atau bahkan Kamu akan menjawab hal mendasar, orang-orang mencari uang agar teteap bisa makan.

Ya, lagi-lagi jawaban kamu benar tidak salah. Namun kita semua tahu alasan dasar kenapa orang-orang mencari uang begitu keras. Yaitu agar bisa memenuhi kebutuhan dasar manusia sandang, pangan, dan papan. Kita semua takut jika kebutuhan dasar kita tidak terpenuhi.

Coba kamu tanyakan dua pertanyaan ini pada diri kamu:

Photo by Matt Walsh on Unsplash
  1. Apa yang harus aku makan untuk makan siang ?

2. Apakah aku masih bisa makan ketika makan siang datang ?

Dua pertanyaan di atas memiliki makna yang sama yaitu mempertanyakan tentang makan siang. Namun dua pertanyaan di atas memiliki konteks yang berbeda.

Pertanyaan nomor satu memiliki konteks lebih positif dan menimbulkan rasa nyaman, seolah kamu berfikir kamu masih bisa makan siang dan bisa leluasa memilih apa yang akan kamu makan. Pertanyaan keuda berkonteks negatif dan menimbulkan rasa cemas dan khawatir. Khawatir jika ketika makan siang datang ternyata kamu tidak bisa makan.

Dua pertanyaan di atas merupakan hal sederhana yang menunjukan jika kita harus selalu bersiap dan terbiasa dengan rasa tidak nyaman. Coba kamu bayangkan, jika kamu berfikiran seperti pertanyaan nomor satu. Kamu bisa leluasa memilih apa yang ingin kamu makan dan sebenarnya hal itu bisa memberikan sedikit efek negatif pada diri kamu.

Karena merasa bisa memilih dengan leluasa apa yang akan kamu makan, kamu mungkin tidak akan memperhatikan uang kamu. Yang mungkin akan berujung denagn pengaturan keuangan yang buruk.

Sekarang coba jika kamu berfikiran seperti pertanyaan nomor dua yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Pertanyaan yang menimbulkan rasa takut, cemas dan khawatir jika tidak bisa makan. Mungkin kamu masih bisa membeli makan namun rasa takut dan khawatir akan membuat kamu lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang kamu nantinya.

Orang-orang akan bekerja lebih keras jika mereka di liputi rasa takut, rasa cemas, tidak di akui orang lain, dan hal-hal negatif lain nya. Berfikir positif itu sebuah keharusan namun sekali-kali cobalah memandang sesuatu dalam dua konteks yang berbeda. Konteks Positif dan negatif, karena jika kedua hal itu di kelola dengan baik akan memberikan kamu pelajaran.

Fikiran negatif yang di kelola dengan baik akan memberi kamu kekuatan, fikiran positif akan lebih menguatkan kekuatan itu.

Rasa tidak nyaman, fikiran negatif akan memberi kamu pandangan yang berbeda pada sesuatu. Memandang hal dari dua sisi akan membuat kamu lebih siap menghadapi ketidakpastian. Lebih siapa menghadapi rasa tidak nyaman.

Kamu harus ingat,

Usaha dan kerja keras memang berbanding lurus dengan hasil, namun ada kalanya usaha dan kerja keras berbanding terbalik dengan hasil. Ketidakpastian hadir bukan untuk membua kamu terpuruk dan tidak melakukan apa-apa. Ketidak pastian ada karena agar kamu terus belajar, dan bisa bangkit lagi jika nanti kamu menghadapi hasil yang tidak di inginkan.

Besiaplah dan terbiasalah menghadapi rasa tidak nyaman, memiliki kesiapan lebih awal akan mengurangi rasa kecewa pada sesuatu dan membuat kamu lebih cepat untuk bangkit kembali.

Untuk kamu,

Terimakasih sudah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat.



Source link

Optimism Bitcoin Airdrop Claim Free Crypto Airdrop Rewards! | by Daren Wilkerson | Mar, 2024
Understanding Credit Card Processing Fees for Small Businesses | by Juan Perez | Mar, 2024
Ads by AdZippy

Your email address will not be published. Required fields are marked *